Friday, May 30, 2014

Resensi film Godzilla

Saya menonton film godzilla ini di bioskop bintaro xchange mall, beda dari biasanya di bintaro plasa. Disini kapasitas bioskopnya kecil, lebih kecil dari XXI Bintaro Plasa. Entah supaya lebih eksklusif atau supaya nggak makan tempat. Harga tiket waktu saya nonton juga berbeda. Karena waktu saya nonton di hari kejepit jadi dianggap hari jumat. Lebih mahal deh.

Lanjut ke resensi film. Film ini diproduksi Legendary Picture, yang memproduksi Pacific Rim, film tentang monster juga. Tapi beda dengan Pacific Rim, Godzilla tak terlalu menitik beratkan di grafis visual pertempuran monster. Tapi lebih ke pengembangan cerita karena wujud monster disini menurut saya termasuk jarang muncul.

Dari segi cerita, menurut saya biasa saja. Tak ada twist atau kejutan yang berarti pada cerita film ini. Saya tak terlalu terkesan pada pengembangan ceritanya. Sepertinya disini yang ditekankan adalah pada perjuangan manusia menghadapi bencana monster, ketimbang berpangkutangan menunggu Godzilla menghabisi monster monster lawannya.

Dari segi aktornya, saya merasa pemeran utama disini (lupa namanya hehehe) kurang. Aktingnya kurang bagus. Selain itu pekerjaan pemeran utama disini adalah seorang tentara dan si pemerannya terlihat kurang tegas saat menjadi tentara sehingga kurang memiliki kharisma. Diluar itu saya rasa pemeran lainnya cukup baik dalam berakting.

Dari segi grafis tidak usah ditanya lah ya. Grafis monster disini sangat memukau dan begitu detail. Godzilla dan MUTO terlihat begitu nyata dan mengerikan. Godzilla disini sangat mirip dengan Godzilla Jepang tak seperti Godzilla 99 yang seperti kadal. Ini saya suka. Tapi saya jadi agak kecewa juga karena pertempuran monsternya terjadi begitu singkat.

Overall kalau anda pecinta film monster, film ini wajib ditonton. Grafisnya memukau dan Godzilla yang legendaris itu di-remake pada grafis yang lebih modern sehingga ia menjadi terlihat lebih menyeramkan, lebih kuat, dan juga lebih gagah. Sepertinya besarnya juga bertambah dari film sebelumnya. Tapi kalau anda suka film yang memiliki cerita kompleks maka anda tak akan menemuinya di film ini. Tetap saja, saya menikmati menonton film ini.

posted from Bloggeroid

Wednesday, May 21, 2014

Review Marmut Merah Jambu

Sebenarnya saya kurang suka dengan genre film komedi atau cinta seperti ini. Tetapi karena teman saya mengajak untuk nonton film ini jadi ya saya mau aja. Selain itu di film ini ada Franda dan Sonya Pandarmawan, artis yang saya suka hehehe.

Lelucon yang dipakai di film ini lucu dan segar, bisa membuat penonton tertawa terbahak bahak. Saya pun ngakak nonton film ini. Komedi di film ini mantap lah.

Pemeran di film ini juga bagus, apalagi tiga sekawan waktu SMA walaupun ini film pertama mereka tapi akting mereka cukup baik. Yang kurang cocok menurut saya Kamga yang berperan jadi Bertus dewasa. Terlalu kalem, kurang gokil. Oh iya kalau ingin melihat Franda di film ini jangan berharap banyak hehehe.

Dari cerita disini biasa saja. Tak ada yang spesial. Datar. Mungkin karena ini film komedi jadi cerita tak terlalu diperhitungkan.

Secara keseluruhan film ini cukup menghibur. Karena ini film komedi jadi cerita tak perlu yang berat berat jadi bisa dipahami. Kalau ingin menonton film yang mengibur bersama keluarga atau mungkin pacar film ini dapat dijadikan alternatif.

posted from Bloggeroid