Monday, February 10, 2014

Privasi?

                Di jaman sosial media ini, masih adakah namanya privasi? Orang-orang yang bermain sosial media sering berkoar-koar “privasi dong”, atau “jangan kepo dong” saat laman profil sosial media nya dibuka seseorang. Hal yang aneh menurut saya.
                Saya tidak paham kenapa orang-orang yang bermain sosial media masih menginginkan privasi dan tak ingin laman profilnya dikepo seseorang.  Entah karena malu akan apa yang pernah di-post, atau pernah mem-posting sesuatu yang bersifat pribadi. Kenapa orang-orang masih mem-posting sesuatu yang tak diketahui orang lain di sosial media? Sosial media adalah tempat dimana sesuatu yang di-post disana akan selalu terlihat, baik untuk sebagian orang maupun semua orang. Tak ada sesuatu yang di-post untuk diri sendiri. Jadi, penggunanya juga harus paham konsekuensi dia mem-posting di sosial media, dia juga harus siap kalau apa yang dia post itu diketahui orang banyak.
                Oleh karena itu saya tidak paham orang-orang yang menutup profil sosmed nya agar tak terlihat orang. Walaupun orang luar tak dapat melihat profilnya, tetapi orang yanbg mengenalnya tetap dapat melihat profilnya kan? Lalu bedanya apa? Orang yang menjadi jaringan kita belum tentu orang yang kita kenal dan belum tentu paham yang kita maksud di postingan kita kan? Dikepo orang yang dikenal dan takdikenal, apa bedanya? Toh orang sama-sama kepo, dan informasi tentang kita tetap menyebar di orang lain.
                Kalau tak mau informasi yang dirasa pribadi diketahui orang di sosmed, sebaiknya janganlah mem-posting hal-hal yang dirasa pribadi di sosmed. Karena hakikatnya sosial media adalah jejaring tempat berbagi informasi. Maka, tersebarnya informasi yang kita posting di sosial media adalah hal yang lumrah.