Di
jaman sosial media ini, masih adakah namanya privasi? Orang-orang yang bermain
sosial media sering berkoar-koar “privasi dong”, atau “jangan kepo dong” saat
laman profil sosial media nya dibuka seseorang. Hal yang aneh menurut saya.
Saya
tidak paham kenapa orang-orang yang bermain sosial media masih menginginkan privasi
dan tak ingin laman profilnya dikepo seseorang. Entah karena malu akan apa yang pernah
di-post, atau pernah mem-posting sesuatu yang bersifat pribadi. Kenapa
orang-orang masih mem-posting sesuatu yang tak diketahui orang lain di sosial
media? Sosial media adalah tempat dimana sesuatu yang di-post disana akan
selalu terlihat, baik untuk sebagian orang maupun semua orang. Tak ada sesuatu
yang di-post untuk diri sendiri. Jadi, penggunanya juga harus paham konsekuensi
dia mem-posting di sosial media, dia juga harus siap kalau apa yang dia post
itu diketahui orang banyak.
Oleh
karena itu saya tidak paham orang-orang yang menutup profil sosmed nya agar tak
terlihat orang. Walaupun orang luar tak dapat melihat profilnya, tetapi orang
yanbg mengenalnya tetap dapat melihat profilnya kan? Lalu bedanya apa? Orang
yang menjadi jaringan kita belum tentu orang yang kita kenal dan belum tentu
paham yang kita maksud di postingan kita kan? Dikepo orang yang dikenal dan
takdikenal, apa bedanya? Toh orang sama-sama kepo, dan informasi tentang kita
tetap menyebar di orang lain.
Kalau
tak mau informasi yang dirasa pribadi diketahui orang di sosmed, sebaiknya
janganlah mem-posting hal-hal yang dirasa pribadi di sosmed. Karena hakikatnya
sosial media adalah jejaring tempat berbagi informasi. Maka, tersebarnya informasi
yang kita posting di sosial media adalah hal yang lumrah.
No comments:
Post a Comment