Saya tak paham, apa yang dirayakan saat tahun baru. Jutaan orang, atau bahkan ratusan juta orang yang
merayakannya. Tapi saya tak mengerti apa yang bisa dirayakan dan dijadikan
bahan untuk bersuka cita saat tahun baru. Tapi bukan berarti saya
menunjuk-nunjuk kafir, bid’ah, laknatullah untuk yang merayakannya. Saya hanya tak mengerti apa yang dirayakan.
Apa yang membuat orang-orang bespesta pora, konvoi sepeda motor, dan
menghabiskan banyak uang untuk kmerayakanya. Karena saya bukanlah orang pintar,
maka wajarlah hal seperti ini saya tak paham.
Malam pergantian tahun. Sepertinya kok tidak berbeda dengan
malam hari biasa ya. Sore harinya, matahari terbenam di pukul 17.45 (sekitar itulah,
saya tidak hafal hehehe), tetap gelap, bulan muncul dan hari berikutnya
matahari terbit sekitar pukul 5.00. Tidak kurang dan tidak lebih. Bukankah kita
tiap hari mengalami hari itu? Hanya saja, kebetulan bertepatan dengan tanggal 31
Desember. Tapi tanggal 31 Desember dirayakan dan tanggal-tanggal lainnya tidak
dirayakan. Saya tidak tahu kenapa.
Semangat baru, harapan baru, awal baru. Bukankah kita tiap
hari mendapat awal baru? Setiap kita bangun tidur, itu adalah awal baru bagi
kita. Harapan baru agar kita bisa menjadi lebih baik dari hari kemarin. Memulai
sesuatu yang baik tak perlu menunggu sampai tahun berganti. Memulai usaha untuk
menjadi pribadi yang lebih baik & memuliakan nasib tak perlu menunggu pergantian
kalender terlebih dahulu.
Bergantinya tahun, otomatis jumlah tahun menjadi lebih
banyak. Sebanding dengan usia kita. Usia kita pun bertambah. Sebaiknya kita
mengevaluasi diri kita, sudahkah jadi lebih baikdari tahun lalu, ataukah lebih
buruk, dan sebaiknya merencanakan sesuatu, hal sekecil apapun agar bis ajadi
pribadi yang lebih baik kedepannya. Selain itu, sejalan dengan bertambahnya
jumlah taun jumlah usia kita jugabertambah. Yang artinya kita menjadi lebih tua
dan setahun lebih dekat menuju kematian dibanding setahun lalu. Sudahkah kita
mempersiapkannya dengan sebaik-baiknya? Sudahkah kita mengisi hidup dengan
hal-hal bermanfaat? Pertanyaan bagi kita semua termasukdiri saya sendiri.
Selain itu, sudah menjadi hal yang lumrah bila tahun baru
dirayakan dengan konvoi keliling kota menggunakan knalpot sepeda motor yang
memekakkan telinga. Ditengah jalan konvoi itupun gas diblayer-blayer (digas-gas
tanpa menjalankan motor, agar terdengar suara keras, saya tidak tahu bahasa
Indonesia nya hehe). Membakar dan maenghabiskan bensin tanpa tujuan yang jelas.
Disaat pemerintah menaikkan harga bensin, mereka menghujat, menjelek-jelekkan,
dan membodoh-bodohkan pemerintah. Tapi disaat seperti ini mereka tetap membuang-buang
bensin untuk hal yang tak berguna. Saya tidak paham.
Sekali lagi, saya menulis ini bukannya saya menunjuk sesat,
kafir, ikutan budaya orang kafir kepada yang merayakan. Semua itu pilihan untuk ikut merayakan atau tidak. Saya tak paham
apa yang perlu dirayakan di malam pergantian tahun jadi saya tak ikutan
merayakan.
Saya bukan orang pintar, jadi saya tak paham hal begini.
No comments:
Post a Comment