Pemateri: Ustadz Yogi Pradana
Sifat dan perbuatan yang harus dihindari dalam hidup sebagai
seorang muslim.
Pertama, adalah iri dan dengki. 2 hal ini secara bersamaan adalah
penyakit hati. Jika kita memilikinya, kita akan sulit untuk hidup bahagia dan
menikmati kebahagiaan yang telah dimiliki. Kita akan selalu menderita dan
timbul rasa tidak senang jika ada orang yang mendapati kebahagiaan, alih-alih
ikut senang. Yang bisa dilakukan jika kita terindikasi mengalami hal ini dalam
hidup, adalah dengan bersyukur. Mensyukuri segala rejeki yang kita miliki.
Dengan bersyukur, kita akan selalu merasa cukup dengan apa yang kita miliki.
Jika kita telah merasa cukup, InsyaAllah kita tak akan ikut ingin memiliki apa
yang didapat orang lain. Hati kita akan bebas dari rasa iri dan dengki yang
bersarang di dalam hati dan InsyaAllah kita akan dapat hidup lebih bahagia.
Yang perlu dihindari berikutny adalah suudzon. Prilaku ini
perlu dihindari, karena jika kita suudzon kepada orang lain, maka ukhuwah, atau
persaudaraan antara kita dengan orang yang kita suudzon-i juga bisa rusak. Kita
bisa membenicinya, dan ujung-ujungya kita jadi tak pernah mau lagi bertegur
sapa dengannya. Cara menghindarinya, yaitu bisa dengan cara mencari kebaikan
dari orang yang kita benci itu. Tapi jika sudah kadung benci, kita akan
kesulitan untuk mencari kebaikan. Justru yang kelihatan hanya keburukannya.
Jika begini, kita lihat saja keburukan yang kita miliki dan
pernah kita lakukan kepada orang yang kita benci. Mungkin saja kita merasa tak
pernah melakukan keburukan kepadanya, atau jika pernah kita merasa wajar saja.
Dia pantas menerima perlakuan kita itu. Wah, susah jika begini. Sebaiknya jika
begini kita mengalah kepada orang yang kita tak sukai itu, jangan terus
menyalahkannya. Jika kita mengalah, InsyaAllah masalah akan cepat selesai dan
kita tak akan menyimpan penyakit hati.
Misalnya, jika ada pak A memelihara ayam dan pak B sedang
menjemur padi. Tak lama. Ayam pak A
memakan padi jemuran pak B. Pak B pun marah-marah ke pak A. Menurut pak B pak A
tak seharusnya membiarkan ayamnya berkeliaran. Harusnya ayamnya dikandangkan
olah pak A begitu tahu pak B sedang menjemur padi. Pak A tak terima. Ia merasa
sudah lama memelihara ayam, dan harusnya pak B tak menjemur padi didepan
rumahnya karena tahu pak A memelihara ayam. Sama-sama tak mau mengalah dan tak
mau disalahkan, akhirnya merusak hubungan mereka. Jika pak A mengaku salah
karena tak mengandangkan ayamnya, dan pak B juga negaku salah karena menjemur
padinya di rumahnya yang notabene banyak ayam berkeliaran, maka masalah akan
selesai. Jika mereka berdua sama-sama mengalah, maka mereka berdua akan
sama-sama menang dalam masalah ini. Alangkah indahnya. Subhanallah.
Sebuah cerita tentang iri, dengki dan suudzon tentang
Khalifah Ali. Pada zaman Khalifah Ali, beliau pernah difitnah oleh seorang
Yahudi yang iri dan dengki kepada beliau. Tapi beliau tak merasa melakukannya,
lalu dibawa ke persidangan. Namun seorang yahudi tersebut telah mensuap seorang
saksi untuk bersaksi palsu. Sementara khalidah Ali tak dapat mnghadirkan.
Seorangpun saksi untuk menyangkal tuduhan kepadanya. Akhirnya, hakim pengadilan
(yang dilantik olah khalifah, dalam hal ini Ali) tetap memvonis bersalah
khalifah Ali. Ali pun menerima vonis itu dengan lapang dada dan tak ber suudzon
kepada yang memfitnah dan saksi yang dihadirkan tersebut.
Melihat hal tersebut, si yahudi pemfitnah tadi pun heran dan
bertanya kepada Ali kenapa ia tak menggunakan kekuasaannya sebagai khalifah
(setingkat presiden) untuk mengatur pengadilan. Ali menjawab, inilah Islam.
Hukum islam berlaku mutlak dan tak pandang bulu kepada siapapun termasuk kepala
pemerintahan. Karena dalam pengadilan ia tak mampu menghadirkan seorangpun saksi,
maka ia pantas kalah. Mendengarnya, si yahudi pemfitnah tadipun mengaku
bersalah kepada Ali dan sejak saat itu ia masuk Islam. Subhanallah.
Yang harus dihindari berikutnya, Khamr atau minuman yang
memabukan. Oleh karena itu, keputusan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel untuk
melarang dijualnya minuman beralkohol di minimarket patut diapresiasi. Alasan
menteri Gobel juga sangat bagus. Cukai yang diperoleh dari minuman beralkohol
memang sangat banyak, setahun sampai 7 triliun. Tapi menteri Gobel tak mau merusak
generasi muda lebih jauh lagi. Pikirnya, lebih baik kita kehilangan penerimaan
7 trilliun setahun daripada rusaknya kehidupan generasi muda penerus bangsa.
Sungguh patut diapresiasi.
Ada juga cerita jaman rasul, seorang pemuda ahli agama. Ia
rajin pergi ke masjid, fasih membaca Al Qur’an, dan tingkah lakunya sangat
baik. Ia kemudian menyukai seorang wanita. Wanita yang disukainya tahu. Wanita
ini memang bukan wanita baik-baik. Ia kemudian mengajak pemuda itu masuk
rumahnya. Disana, pintunya ditutup kemudian dikunci. Tak ada jalan keluar untuk
pemuda itu. Pemuda itu memiliki 3 pilihan untuk keluar. Pertama, membunuh bayi
dari wanita itu yang bapaknya tidak jelas, kedua berzina dengan wanita itu,
atau ketiga meminum khamr yang telah disediakan. Pemuda itu berpikir, perbuatan
yang paling tidak keji, dan paling bisa ia lakukan adalah meminum khamr. Pemuda
itupun meminumnya. Mabuklah ia akibat meminum khamr itu. Akibatnya, dalam
mabuknya ia membunuh bayi yang tak berdosa tersebut, dan berzina dengan wanita itu. Ia melakukannya
secara tidak sadar, dalam mabuknya. Oleh sebab itu, sebaiknya kita hindari
jauh-jauh khamr itu karena mabuk akibat meminum khamr itu dapat membuat kita
melakukan perbuatan-perbuatan keji dalam mabuk itu.
Perbuatan yang harus dihindari selanjutnya adalah Judi.
Dalam judi, sesungguhnya tak ada yang menang. Yang menang adalah bandar judi
tersebut. Karena ialah yang mendapat untung dari setiap perbuatan judi yang
dilakukan. Harta dari judi itupun biasanya akan segera habis. Sebanyak apapun harta
yang dimenangkan itu. Pelaku judi, biasanya jika sudah menang sekali ia akan
kecanduan untuk mengikuti judi itu. Jika sudah kecanduan, bisa-bisa ia akan
menghabiskan dan menguras harta kekayaan miliknya untuk mengikuti judi itu. Tak
jarang pula ditemui orang yang kehabisan hartanya dan memiliki hutang yang
menggunung akibat terlalu asyik bermain judi. Oleh karena itu, sudah sepatutnya
seorang muslim menghindari judi karena hanya akan memberi petaka.
Amal yang perlu sering dilakukan oleh seorang muslim salah
satunya adalah berzikir. Berzikir ini penting sekali. Dengan berzikir, kita
mengingat Allah. Dengan mengingat Allah, kita akan dijauhkan dari
perbuatan-perbuatan keji yang dapat kita lakukan. Dengan mengingat Allah pula,
kita akan terpacu untuk melakukan ibadah-ibadah untuk memuja dan menyembah Alah
swt. Oleh sebab itu, sebaiknya kita perbanyak zikit yang kita baca tiap hari,
agar kita semakin dekat dengan Allah dan dijauhkan dari perbuatan-perbuatna
yang keji dan tercela. Amin.
Semoga tulisan ini bermanfaat. Saya juga belum bisa
melaksanakan semua yang saya tuliskan ini. Saya hanya berniat meneruskan
nasihat dan pelajaran dari pengajian Tombo Ati kepada semua orang yang membaca
blog ini.
Wassalam.
No comments:
Post a Comment